Berita teknologi yang menarik

Berita teknologi yang menarik perhatian pada hari ini adalah ketika Erna Solberg, Perdana Menteri dari Norwegia ketahuan sedang bermain Pokemon Go, sebuah augmented game hasil karya dari Niantic Labs. Beberapa waktu lalu, demam Pokemon Go memang sempat menjadi perhatian hampir di seluruh dunia. Walau memang pada beberapa komunitas, terutama pada komunitas game, berita tentang Pokemon Go ini merupakan berita ke sekian yang pernah di dengar tentang augmented game. Sebut saja Endgame dan Resources. Dan pembicaraan tentang game ini sudah ada rumor sejak beberapa tahun yang lalu.

Apa itu augmented game? Apakah ini sebuah permainan kenyataan virtual yang berdasarkan dengan lokasi pemain? Apakah ini sebuah permainan yang menggunakan permukaan bumi sebagai papan permainan? Untuk Pokemon Go dan beberapa game augmented lainnya, itulah konsep dari permainan tersebut, yaitu menjadikan dunia tempat bermainmu. Dan dunia memberitakan tentang game ini pada kolom berita teknologi karena para pemain membuat game ini menjadi viral pada berbagai media sosial yang ada. Komunitas bermunculan seperti jamur. Berbagai aktifitas dilaksanakan untuk mewadahi kebutuhan para pemain dan secara tidak langsung memberikan keuntungan bagi penyedia jasa dan tentunya Google yang melatarbelakangi adanya Niantic Labs.
Beberapa tahun sebelum masa Pokemon Go, masyarakat dunia di ‘jajah’ oleh sebuah augmented game yang hingga kini masih menjadi salah satu permainan yang di mainkan oleh jutaan masyarakat dunia. Ingress, salah satu produk dari Niantic Labs, pernah menjadi viral karena dalam permainan ini para pemain membutuhkan koordinasi dan komunikasi yang baik dalam bermain. Berbagai macam kejadian ketika komunitas para Agents, pemain game Ingress, melakukan permainan rebut-rebutan wilayah dan bersaing menjadikan faksi masing-masing untuk menguasai dunia! Sungguh militan sekali mereka yang bermain tanpa mengenal waktu, uang maupun lokasi demi memberikan kontribusi kepada game sosial yang memang terbukti telah menghasilkan banyak keluarga-keluarga baru dalam masyarakat. Memunculkan berbagai macam komunitas yang melatarbelakangi kerjasama di kehidupan nyata bahkan beberapa berhasil membuat lahan pekerjaan yang saling menguntungkan sesama.

Baca Juga:Inilah Daftar Berita Teknologi yang Sering Membuat Kesal

November depan resmi 4 tahun, Ingress, nama augmented game tersebut, telah menjadi game sosial yang mendunia. Dalam permainan tersebut, Agent ( istilah para pemain yang memainkan game Ingress) yang berasal dari latar belakang yang beragam dan dari berbagai macam strata sosial, memainkan game sosial ini dengan menempuh jarak demi memenangakan peperangan yang sedang terjadi antara dua kubu yaitu Enlightened dan Resistance. Dengan berbagai macam komunitas yang ada karena game Ingress ini, semuanya merupakan satu keluarga besar. Dan hal seperti ini tidak mudah didapatkan dari sekedar berkomunitas. Nilai dan makna kebersamaan yang dihasilkan oleh permainan dan sosialisasi selama perjalanan game ini, telah melekat pada pemikiran masing-masing Agent. Sehingga tidak sedikit yang menjadi sahabat, teman akrab bahkan sampai menjadi pasangan lalu menikah. Hal yang sangat menarik untuk diperhatikan adalah dasar dari semua komunitas yang muncul dikarenakan minat yang sama pada game Ingress, itulah proses kaderisasi yang teradi secara alamiah. Pemain “lama” menurunkan ‘tip dan trik’ kepada pemain “baru”. Apa yang diajarkan tergantung cara bermain yang biasa dilakukan. Kecurangan pun di turunkan. Semua terjadi secara alamiah. Menurunkan tradisi dengan mengatasnamakan faksi. Dan itulah yang menjadi dasar cerita dari permainan Ingress, peperangan antara manusia dan Shaper.

Tentunya, jika cerita latar Pokemon Go mendalam seperti kisah tersebut diatas, tentunya game Pokemon Go akan bertahan dan terus di mainkan oleh masyarakat dunia dan tentunya oleh Perdana Menteri Erna Solberg dan berharap bisa menjadi viral pada kolom berita teknologi di lain kesempatan.

Be Sociable, Share!

Leave a comment

Your email address will not be published.


*